12 Sunnah Makan yang Harus Diikuti Setiap Muslim! (Termasuk Hadits!)
KHAN11 April 2023

Makan adalah kebutuhan mendasar bagi setiap makhluk hidup, dan Islam telah menekankan pentingnya hal ini dalam berbagai cara. Nabi Muhammad (semoga kedamaian dan keselamatan tercurah atasnya) sangat mementingkan adab makan dan minum, dan cara beliau makan dan minum dikenal sebagai Sunnah. Sunnah merujuk pada tradisi dan praktik Nabi Muhammad (SAW) dan dianggap sebagai bagian penting dari iman Islam. Mengikuti Sunnah tidak hanya membantu kita mendapatkan berkah Allah, tetapi juga mendekatkan kita kepada Nabi (SAW) dan mengajarkan kita cara menjalani kehidupan yang disiplin dan sehat. Dalam blog ini, kami akan membahas sepuluh sunnah makan dari Nabi Muhammad (SAW) yang harus kita semua ikuti.

1. Mulai dengan Nama Allah
Sunnah pertama yang harus kita ikuti sebelum makan adalah memulai dengan Nama Allah. Nabi Muhammad (SAW) mengucapkan doa berikut sebelum makan: "Bismillah hir-Rahman nir-Rahim." Artinya "Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." Sunnah ini tidak hanya mengingatkan kita akan berkah Allah tetapi juga melindungi kita dari gangguan setan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi (SAW) bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal, hendaklah ia mengucapkan Bismillah awwalahu wa akhirahu (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya)." Mengucapkan Bismillah sebelum makan tidak hanya mengingatkan kita akan berkah Allah tetapi juga membuat makanan lebih bermanfaat bagi kita.
2. Makan dengan Tangan Kanan
Sunnah lain yang harus kita ikuti adalah makan dengan tangan kanan. Nabi Muhammad (SAW) selalu makan dengan tangan kanan dan minum dengan tangan kanan. Makan dengan tangan kanan dianggap lebih higienis dan sopan dalam budaya Islam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Nabi (SAW) bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan jika ia minum, hendaklah ia minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." Hadits ini menekankan pentingnya menggunakan tangan kanan saat makan dan minum.
3. Duduk saat Makan
Nabi Muhammad (SAW) selalu duduk saat makan, dan beliau mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Duduk saat makan tidak hanya membantu kita makan dengan penuh kesadaran tetapi juga mencegah kita makan berlebihan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi (SAW) bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian makan sambil bersandar seperti unta. Sebaliknya, duduklah dan makanlah." Hadits ini menekankan pentingnya duduk dan meluangkan waktu untuk makan, bukan terburu-buru atau makan sambil berbaring.
4. Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan
Sunnah lain yang harus kita ikuti adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Nabi Muhammad (SAW) selalu mencuci tangannya sebelum makan dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Mencuci tangan sebelum makan membantu menghilangkan kotoran, sedangkan mencuci tangan setelah makan membantu menghilangkan sisa makanan dan mencegah penyebaran kuman. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Nabi (SAW) bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia mencuci tangannya, dan jika ia tidak menemukan air, hendaklah ia setidaknya menepukkan tangannya ke tanah (lalu mengusapkannya), karena setan lari dari orang yang menepukkan tangannya ke tanah." Hadits ini menekankan pentingnya kebersihan dan higienitas sebelum makan, karena tidak hanya menghilangkan kotoran dan kuman dari tangan tetapi juga memiliki manfaat spiritual yaitu mengusir setan.
5. Makan Bersama dan Berbagi Makanan
Nabi Muhammad (SAW) selalu makan bersama keluarga, teman, dan sahabatnya. Makan bersama dan berbagi makanan tidak hanya memperkuat ikatan antarindividu tetapi juga meningkatkan berkah Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi (SAW) bersabda, "Makanlah bersama-sama dan jangan berpisah-pisah, karena berkah ada dalam kebersamaan." Makan bersama memperkuat ikatan sosial, mendorong keharmonisan, dan menumbuhkan rasa kebersamaan.
6. Makan Secukupnya
Nabi Muhammad (SAW) selalu makan secukupnya dan melarang makan berlebihan. Makan berlebihan tidak hanya menyebabkan berbagai masalah kesehatan tetapi juga bertentangan dengan prinsip kesederhanaan dalam Islam. Nabi Muhammad (SAW) mengajarkan pentingnya kesederhanaan dalam semua aspek kehidupan kita, termasuk kebiasaan makan. Beliau bersabda, "Tidaklah anak Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya. Jika harus melakukannya (mengisi perut), maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk udaranya." (Sunan at-Tirmidzi)
Hadits ini menekankan pentingnya tidak makan berlebihan dan mengisi perut melebihi kapasitasnya. Nabi Muhammad (SAW) merekomendasikan agar kita makan secukupnya, mengisi hanya sepertiga perut dengan makanan, sepertiga dengan air atau minuman lain, dan menyisakan sepertiga sisanya kosong untuk udara. Makan berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Dengan mengikuti Sunnah kesederhanaan dalam kebiasaan makan, kita dapat menjaga gaya hidup yang sehat dan seimbang.

7. Mengunyah Makanan dengan Baik
Nabi Muhammad (SAW) selalu mengunyah makanannya dengan baik sebelum menelannya. Mengunyah makanan dengan baik membantu memecah partikel makanan dan membantu pencernaan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Nabi (SAW) bersabda, "Makanan yang dikunyah dengan baik menjadi bagian dari tubuh, tetapi makanan yang ditelan tanpa dikunyah akan terbuang sia-sia." Mengunyah makanan dengan baik meningkatkan pencernaan dan penyerapan nutrisi, mencegah makan berlebihan, dan menjaga kesehatan mulut.
8. Makan Makanan Sehat dan Bergizi
Nabi Muhammad (SAW) selalu makan makanan yang sehat dan bergizi. Beliau mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama dan melarang konsumsi makanan yang berbahaya dan tidak sehat. Beberapa makanan favorit Nabi kita (SAW) adalah kurma, daging domba, madu, susu, delima, buah tin, cuka, gandum, dan lain-lain.
9. Berterima Kasih kepada Allah Setelah Makan
Nabi Muhammad (SAW) selalu berterima kasih kepada Allah setelah makan. Beliau mengucapkan doa berikut setelah selesai makan: "Alhamdulillahil-lathee at'amana wa saqana wa ja'alana minal muslimin." Artinya "Segala puji bagi Allah, yang telah memberi kami makan dan minum, dan menjadikan kami Muslim."
10. Jangan Membuang Makanan
Nabi Muhammad (SAW) selalu melarang pemborosan makanan. Beliau mendorong orang untuk makan sesuai kebutuhan dan menyimpan sisanya untuk nanti. Membuang makanan tidak hanya bertentangan dengan prinsip kesederhanaan dalam Islam tetapi juga mengabaikan berkah Allah.
11. Jangan Meniup Makanan Panas
Nabi Muhammad (SAW) mengajarkan pentingnya menunjukkan rasa hormat dan syukur terhadap makanan. Beliau menyarankan agar tidak meniup makanan panas untuk mendinginkannya, karena itu tanda tidak hormat terhadap makanan dan dapat menyebabkan penyebaran kuman. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah (RA), Nabi Muhammad (SAW) bersabda, "Janganlah meniup makananmu, karena berkah ada di tengahnya." (Sahih Bukhari). Hadits ini menekankan pentingnya menjaga berkah makanan dan tidak menyebabkan kerusakan padanya. Meniup makanan panas tidak hanya menunjukkan ketidakhormatan terhadap makanan tetapi juga menyebarkan kuman dan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan kita. Alih-alih meniup makanan panas, Nabi Muhammad (SAW) merekomendasikan untuk menunggu hingga dingin secara alami atau menambahkan cairan dingin, seperti air atau susu, untuk mendinginkannya.
12. Selalu Makan Makanan Halal
Konsep Halal, yang berarti sah atau diperbolehkan, adalah aspek penting dari hukum makanan Islam. Nabi Muhammad (SAW) mengajarkan pentingnya hanya mengonsumsi makanan Halal dan menjauhi Haram, yang berarti tidak sah atau dilarang. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah (RA), Nabi Muhammad (SAW) bersabda, "Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman dengan apa yang Dia perintahkan kepada para Rasul, dan para Rasul dengan apa yang diperintahkan kepada mereka. Dia berfirman: 'Wahai para Rasul! Makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh.' (QS 23:51) Dan Dia berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu.' (QS 2:172)" (Sahih Bukhari). Hadits ini menekankan pentingnya hanya mengonsumsi makanan Halal dan baik, karena itu menyenangkan Allah dan merupakan aspek penting dari kehidupan yang saleh. Makan makanan Haram tidak hanya bertentangan dengan ajaran Islam tetapi juga berdampak negatif pada kesehatan fisik dan spiritual kita.
Makan Sesuai SunnahMakanan Halal di JepangMuslim di Jepang
