Tips Puasa Sehat di Bulan Ramadan
KHAN16 Maret 2022

Ramadan tinggal beberapa hari lagi, dan banyak orang yang menantikan bulan penuh berkah dan ampunan ini, seperti yang mereka lakukan setiap tahun. Signifikansinya yang luar biasa dalam Islam tidak bisa dilebih-lebihkan. Pertama-tama, Ramadan adalah salah satu dari lima rukun Islam. Selama bulan Ramadan, umat Muslim berpuasa, sebuah kewajiban yang telah Allah (S.W.T.) perintahkan kepada setiap Muslim dewasa, pria dan wanita. Itulah mengapa, sejak usia dini, anak-anak diajarkan konsep puasa. Tujuannya adalah untuk menyoroti pentingnya puasa, mengapa umat Muslim berpuasa, dan bagaimana menghabiskan sebagian besar waktu mereka saat berpuasa. Umat Muslim berpuasa dari fajar hingga senja dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk shalat, Tauhid, dan Tajwid.
Berpuasa selama Ramadan membuat Anda berisiko mengalami dehidrasi karena Anda hanya bisa makan dan minum sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam. Selain itu, karena orang yang berpuasa dianjurkan untuk bangun sangat pagi untuk sahur (makan sebelum fajar), kurang tidur dan dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala.
Sangat penting untuk memiliki rutinitas yang sehat selama Ramadan agar bisa berpuasa dengan baik. Berikut beberapa tips untuk puasa yang sehat:

1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur (Makan sebelum fajar)
Seperti pepatah mengatakan, sarapan adalah makanan terpenting dalam sehari. Dan ini jauh lebih penting selama Ramadan! Meskipun melewatkan sahur untuk tidur lebih lama mungkin terdengar menggoda, hal ini tidak dianjurkan.
Jika Anda melewatkan sahur, waktu puasa Anda akan lebih panjang karena tubuh Anda harus mengandalkan makanan terakhir untuk semua nutrisi dan energi hingga waktu berbuka. Anda lebih rentan merasa dehidrasi dan lelah di siang hari karena jam puasa yang lebih panjang. Selain itu, mengabaikan sahur mendorong makan berlebihan saat berbuka, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat.
2. Jangan makan berlebihan saat berbuka
Makan berlebihan saat waktunya berbuka bisa sama berbahayanya bagi tubuh Anda seperti melewatkan sahur.
Berbuka harus menjadi makanan yang sehat dan seimbang, bukan pesta! Makan berlebihan, terutama konsumsi makanan tinggi lemak, dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan kenaikan berat badan. Makanlah perlahan dan nikmati setiap suapan makanan Anda.
3. Hindari makanan goreng, makanan asin, dan makanan tinggi gula
Saat waktu makan tiba, tidak jarang orang yang berpuasa memanjakan diri dengan hidangan yang kaya, berminyak, digoreng, dan manis. Meskipun makanan halal ini membuat Anda merasa senang dalam jangka pendek, mereka dapat membuat puasa lebih sulit di hari berikutnya.
Mengonsumsi makanan berlemak dan bergula menyebabkan kelesuan dan kelelahan selain kenaikan berat badan yang tidak sehat. Selain itu, Anda harus membatasi asupan garam, terutama saat sahur (makan sebelum fajar), karena garam meningkatkan rasa haus.
Sebagai gantinya, sertakan makanan dari semua kelompok makanan utama, seperti buah-buahan dan sayuran, biji-bijian dan alternatifnya, serta daging dan alternatifnya. Makanan kaya serat sangat bermanfaat selama Ramadan karena dicerna lebih lambat daripada makanan olahan, membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

4. Minum air sebanyak mungkin
Anda dapat menghindari dehidrasi saat berpuasa dengan minum air sebanyak mungkin antara waktu berbuka dan sahur (makan sebelum fajar).
Usahakan untuk minum setidaknya 8 gelas air sebelum dan sesudah matahari terbit dan terbenam setiap hari. Jus, susu, minuman, dan sup semuanya merupakan sumber cairan yang baik, tetapi air adalah pilihan terbaik. Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan cola karena memiliki efek diuretik dan menyebabkan kehilangan cairan.
Semoga Allah memberkati kita semua dan memberi kita kekuatan untuk menjalani Ramadan dengan baik.
Information Source: D​ietetics​ Department at Singapore General Hospital
Don't forget to follow us on Facebook, Instagram and TikTok for more Muslim-friendly information in Japan! Jazakallahu Khairan!
Makanan Halal di JepangRamadanInformasi Ramah Muslim
